Posted by: Nugroho WS | 17 Juli, 2008

FSP-BUMN KOMPAK DUKUNG PT ISN DEMO DI KANTOR MENEG BUMN

 

 

FSP-BUMN KOMPAK DUKUNG  PT ISN

DEMO DI KANTOR MENEG BUMN

 

Pada hari Rabu tanggal 16 Juli 2008 kemarin ratusan anggota Federasi Serikat Pekerja BUMN yang terdiri dari berbagai SP perusahaan BUMN di Indonesia, kompak ikut mendukung demo di kantor Kementerian Negara BUMN yang dilakukan oleh ratusan karyawan PT Industri Sandang Nusantara ( Persero ).

Masalah yang dihadapi dan dituntut dalam demo tersebut secara umum mirip  dengan yang dialami oleh beberapa BUMN lainnya di Indonesia.

Tuntutan yang mewakili ribuan Karyawan tersebut adalah ;

1, Penjualan Asset – Asset Perusahaan tidak hanya memenuhi Hak-Hak  Normatif Karyawan, tapi seyogyanya digunakan untuk memperkuat Struktur Permodalan, Meningkatkan Ekuitas dan Memperkuat Bisnis yang nantinya berkorelasi dengan peningkatan kesejahteraan karyawan.

2. Perbaikan Sistem Manajemen yang ada secara keseluruhan dengan tujuan untuk memperbaiki Kinerja Perusahaan yang cenderung terus menurun yang ditandai dengan tidak terpenuhinya Hak-hak Normatif Karyawan, jumlah hasil produksi dan Harga Ongkos Work Order ( WO ) terus menurun.

3. Struktur penggajian disesuaikan dengan ketentuan Pasal 94 UU Nomor : 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menyatakan ;

“ dalam hal komponen upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap, maka besarnya upah pokok sedikit dikitnya 75 % ( tujuh puluh lima persen ) dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap”.

4. Kenaikan Sundulan UMK Tahun 2008 disesuaikan dengan Surat Keputusan Kepala Daerah / Gubernur di masing masing Unit Produksi.

5. Melaksanakan PKB dengan konsisten dan penuh rasa tanggung jawab.

6. Memberdayakan Organisasi Serikat Pekerja menjadi Mitra Kerja Pengusaha ( Direksi ) dalam rangka menyelesaikan masalah Hubungan Industrial dan meningkatkan Kinerja Perusahaan.

Solidaritas anggota FSP BUMN ini memang harus tetap terus dijaga, agar penderitaan karyawan BUMN akibat mismanajemen semakin berkurang, sehingga bisa membuat perusahaan BUMN maju dan karyawannya sejahtera.

Dalam kesempatan tersebut SP KKBK juga ikut berpartisipasi dengan mengirim 7 ( tujuh ) orang anggotanya termasuk beberapa pengurusnya.

 

 

BUMN harus berani benahi Direksi 

yang tidak merealisasikan PKB.

 

Kementerian Negara BUMN akan mengevaluasi Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) di sejumlah badan usaha milik negara ( BUMN ), pasalnya beberapa BUMN terindikasi lebih mementingkan keuntungan karyawan ketimbang negara sebagai pemegang saham utama, demikian yang diberitakan di Media Indonesia 7 Juli 2008 yang lalu.

Langkah yang menurut Sekretaris Menteri Negara BUMN Muhammad Said Didu bukan bermaksud untuk mengurangi kesejahteraan karyawan tersebut, memang perlu didukung sepanjang masih sesuai dengan kebijakan sistem remunerasi SDM BUMN yang transparan, adil, kompetitif dan terukur.

Namun perlu diperhatikan tidak semua PKB menguntungkan karyawan, banyak PKB yang cenderung merugikan karyawan sehingga proses penandatanganannya tertunda berbulan bulan sampai harus melalui pihak ketiga yaitu Depnakertrans.

Kementerian Negara BUMN juga harus memperhatikan karyawan BUMN yang juga menjadi bagian dari rakyat Indonesia. Banyak PKB yang sudah disepakati oleh Manajemen dan Serikat Pekerja tetapi giliran hak karyawan diminta sesuai PKB, hak tersebut  tidak segera direalisasikan oleh perusahaan dengan berbagai macam alasan. Untuk yang ini  Meneg BUMN harus tegas dan berani benahi Direksi BUMN yang tidak mengindahkan PKB yang telah disepakati bersama.  Saat ini ada karyawan BUMN yang belum terima uang pensiun / pesangon bahkan yang gaji bulanannya belum dibayarpun banyak. Pada hal dikesempatan pertemuan dengan Serikat Pekerja BUMN, Said Didu secara jujur mengakui bahwa BUMN itu pemiliknya abstrak sehingga rasa memiliki perusahaan ( sense of belonging ) pengelolanya tidak setinggi yang dimiliki karyawannya, ini wajar sekali karena komisaris dan direksi rata rata bertugas di suatu BUMN cuma 5 (lima) tahun, sedangkan karyawan bekerja sampai dengan pensiun.

Mudah mudahan evaluasi PKB tersebut benar benar berpihak untuk kesejahteraan rakyat, termasuk  berpihak ke pada rakyat yang kebetulan mengabdi di BUMN.

 

Posted by: Nugroho WS | 12 Juli, 2008

ADAPTASI SANG DIREKSI BARU

ADAPTASI SANG DIREKSI BARU

Dengan diangkat nya direksi baru PT Bina Karya ( Persero ) menggantikan direksi lama pada tanggal 27 Juni 2008  , maka timbullah suatu harapan baru buat seluruh karyawan BK yang selama ini menunggu perubahan perusahaan dan kesejahteraan karyawan untuk menuju ke tingkat yang lebih baik.

Direksi baru tidak mungkin dalam waktu singkat langsung bisa segera menumbuhkan perubahan pada perusahaan konsultan BUMN ini, perlu adaptasi dan pengenalan yang mendalam terhadap kondisi yang ada lebih dahulu kemudian baru mengadakan perubahan / kemajuan perusahaan.

Walaupun salah satu dari tiga direksi tersebut adalah orang lama ( direksi lama ) ini bukan jaminan untuk mempercepat waktu untuk adaptasi sang direksi yang betul betul masih baru. Hal ini disebabkan karena mantan direksi lama yang menjadi bagian dari tim direksi baru secara langsung juga ikut bertanggung jawab terhadap kegagalan tim direksi sebelumnya yang telah membuat perusahaan ini bermasalah, selain itu faktor lain yang mempengaruhi waktu untuk adaptasi ini adalah dua direksi yang betul betul baru ini berasal dari profesi kontraktor ( bukan profesi konsultan ).

Secara manajemen untuk mengurusi suatu bisnis perusahaan entah itu kontraktor atau itu konsultan sebenarnya tidak banyak berbeda, yang diurusi adalah pengelolaan SDM, Logistik/Peralatan,  Marketing, Produk,  Administrasi/Keuangan, mulai dari plan, do, controle, action,  ditambah sentuhan inovasi , efisiensi dll, semua tetap sama  ujung ujung nya  yaitu untuk mendapatkan profit/keuntungan bagi  perusahaan dan kesejahteraan karyawan.

Di bidang jasa konstruksi  omzet  yang dikelola oleh kontraktor jauh lebih besar dari omzet yang di kelola oleh konsultan, untuk suatu pekerjaan konstruksi nilai rupiah yang dikelola konsultan hanya sekitar 2 sampai 6 persen dari nilai konstruksi secara keseluruhan.

Omzet di dunia kontraktor mayoritas berasal dari bahan/material konstruksi, sedangkan omzet di dunia konsultan 60 persen berasal dari remunerasi untuk SDM ( biaya langsung personil ).

Jika manajemen kontraktor ibaratnya sopir bis atau sopir truk, maka manajemen konsultan adalah sopir ojek sepeda motor. Mahir mengendarai kendaraan besar tidak dijamin segera bisa ngebut pakai kendaraan kecil.

Pengalaman menyelesaikan masalah besar memang akan mudah dan nyaman bila dipakai untuk menyelesaikan masalah kecil, tapi pengalaman  mengelola uang besar bukan berarti akan semakin nyaman bila mengelola uang kecil. 

Semua yang telah disebutkan tersebut di atas adalah faktor faktor yang akan menentukan lamanya tim direksi baru untuk beradaptasi.

Secara teori  dalam hal peningkatan kinerja perusahaan BUMN melalui pergantian manajemen ,  tentunya programnya telah disiapkan secara matang dan tidak mungkin asal asalan, paling tidak calon direksi maupun tim penyaring ( fit and propper test ) sudah paham betul dengan kondisi perusahaan yang akan dibenahinya.

Faktor blunder yang akan berdampak negatip  adalah jika kaidah  profesional dalam penentuan direksi tersebut telah dilanggar atau informasi yang sampai ke atas tentang kondisi  perusahaan yang akan di benahi ini tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya ( ada yang ditutupi ).

Pada kondisi normal masa idah manajemen baru adalah 100 hari kerja, di mana dalam periode tersebut diharapkan sudah  membuktikan  langkah positipnya, sedangkan dalam kondisi darurat hitungan harinya akan semakin pendek  ( Sampai hari ini sudah memasuki hari ke 15, belum ada tanda tanda nyata yang bisa dilihat dan dirasakan oleh karyawan ).

Ibaratnya untuk mengatasi orang yang sudah megap megap mau tenggelam  di sungai, tidak perlu lagi lepas baju atau lepas celana lebih dahulu, tetapi harus segera langsung loncat ke air.

Bahkan tidak perlu teriakan keras dari pinggir sungai seperti ini ; “sabar ya kita lagi cari pelampung dan lagi panggil tim SAR “.

Apa bila sudah paham benar dengan kondisi sebenarnya perusahaan konsultan BUMN ini, maka tim atau pasukan  yang diterjunkan oleh Meneg BUMN pasti adalah tim SAR, bukan seperti yang sudah sudah  yaitu tim perenang yang sangat pintar menyelam sambil minum air, atau yang tidak bisa berenang tapi bisanya jongkok saja sambil menguras air.

Namun kita harus tetap optimis dan berani berubah, kata orang bijak asal mau bekerja keras bersama dengan benar KITA PASTI BISA.

Semoga berhasil dan sukses selalu, Amien Amien Amien.

Posted by: Nugroho WS | 8 Juli, 2008

UPACARA SERAH TERIMA DIREKSI PT BINA KARYA ( Persero )

 

UPACARA SERAH TERIMA DIREKSI PT BINA KARYA ( Persero )

Pada hari Senin tanggal 7 Juli 2008, di kantor PT Bina Karya ( Persero ) telah dilaksanakan upacara serah terima jabatan dari direksi yang lama ke direksi yang baru.

Dalam acara tersebut telah menyempatkan hadir dewan komisaris PT Bina Karya ( Persero ) yaitu bapak Budi Yuwono dan bapak Sribagus Guritno.

Upacara yang dilaksanakan dalam kondisi perusahaan yang lagi prihatin ini berlangsung cukup singkat dan khitmat.

Karyawan yang hadir cukup banyak , hampir semuanya berharap dengan adanya pembaharuan direksi ini akan memberikan sesuatu hal  baru yang bermanfaat untuk kemajuan perusahaan dan kesejahteraan karyawan.

Walaupun direksi lama secara umum dinilai oleh karyawan telah gagal dalam menjalankan tugasnya, namun tetap juga ada hasil yang telah  dirasakan misalnya seperti pengangkatan 77 orang karyawan dari pegawai tidak tetap menjadi pegawai  tetap.

Terima kasih pak HS Arief , selamat jalan dan selamat menikmati hari tua.

Tugas yang akan diemban oleh direksi baru ini cukup berat, perlu dukungan dan kerjasama yang baik dengan karyawan serta semua pihak terkait untuk memajukan perusahaan ini.

Ibu Minny Sulistiowati adalah bagian dari direksi lama yang diangkat lagi menjadi Direktur Operasi.

Pak Swingly Parubak ( Direktur Utama ) dan pak Widya Budi Darmayana ( Direktur Keuangan ) adalah pendatang baru.

Selamat bertugas , jangan ulangi kesalahan para pendahulumu ,

SEMOGA SUKSES.

 

Posted by: Nugroho WS | 27 Juni, 2008

PELANTIKAN DIREKSI PT BINA KARYA (Persero) Yang Baru

PELANTIKAN DIREKSI PT BINA KARYA (Persero) Yang Baru

Pada hari Jumat tanggal 27 Juni 2008 tadi pagi, 3 ( tiga ) Direksi PT Bina Karya ( Persero ) yang baru bersama para Direksi BUMN lainnya telah dilantik oleh Meneg BUMN Sofyan Djalil.

Secara tidak langsung pelantikan Direksi baru ini menjawab Surat SP KKBK tanggal 14 Juni 2008 kepada Meneg BUMN, yang meminta agar segera ada langkah dari Meneg BUMN untuk segera memperbaiki kinerja Direksi PT Bina Karya (Persero) agar perusahaan BUMN Konsultan ini terhindar dari kebangkrutan dan keterpurukan.

SWINGLY PARUBAK telah menggantikan HS ARIEF sebagai Direktur Utama, WIDYA BUDI DARMAYANA mengisi kekosongan posisi Direktur Keuangan, kedua pendatang baru tersebut berasal dari Kontraktor ( PT Waskita Karya ) , sedangkan MINNY SULISTIOWATI yang diangkat sebagai Direktur Operasi adalah muka lama yang berasal dari Konsultan PT Bina Karya.

Pengisian direksi konsultan berasal dari kontraktor ini sejalan dengan rencana regrouping / resizing BUMN jasa konstruksi , di mana Konsultan PT Bina Karya akan bergabung di bawah Kontraktor PT Waskita Karya.

Harapan dari Serikat Pekerja KKBK, semoga pergantian direksi saat ini benar benar membawa angin baru yang sehat, dan bukanlah angin surga seperti yang sudah sudah.

Serikat Pekerja siap mendukung Direksi Baru ini , sepanjang masih mengutamakan kesejahteraan karyawan, kemajuan perusahaan konsultan dan untuk keuntungan negara.

SELAMAT BERTUGAS SEMOGA SUKSES

Posted by: Nugroho WS | 21 Juni, 2008

KEHORMATAN BIROKRAT DI BUMN

KEHORMATAN BIROKRAT DI BUMN

Kehormatan atau jadi orang terhormat adalah ke inginan dari setiap orang dunia ini.

Tingginya nilai suatu kehormatan bisa membuat orang menjadi gila hormat , bahkan bisa membuat orang tidak ingat ketika sedang menghadapi orang yang sedang menghormat atau orang yang sedang  menjilat.

Etika saling hormat, menghormati yang lebih tua, menghormati atasan atau menghormati orang lain, sudah menjadi budaya di Negeri Indonesia tercinta ini.

Awal bulan Juni 2008 ini seorang pejabat tinggi di Meneg BUMN punya hajat resepsi pernikahan keluarga di Surabaya.

Sebagai Direktur Utama BUMN PT Bina Karya ( Persero ) , Ir. HS Arief MBA merasa sangat terhormat ketika mendapat Undangan dari birokrat jajaran di atasnya.

Demi kehormatan , maka berangkatlah sang Dirut dengan menggunakan SPPD ( dibayari kantor ? ) untuk menyampaikan selamat kepada jajaran di atasnya yang sedang berbahagia.

Di tempat yang punya hajat, pasti ketemu dengan para sejawat dari lingkungan BUMN , disana saling bersalaman saling bercanda ria sampai lupa bahwa karyawan yang menjadi tanggungannya sedang menderita ( gaji dan hak hak lainnya belum diterima ).

Inikah yang disebut kehormatan para birokrat ??? Inikah pemimpin yang terhormat ???

Mendahulukan kepentingan karyawan, kepentingan orang bawah , apalagi yang menyangkut hak yang harus diterima, adalah lebih terhormat dan lebih penting dari sekedar menyalami dan memberi hormat kepada atasan.

Silahkan berbeda pendapat tentang kata HORMAT.

Perlu kajian yang mendalam tentang kehormatan ……….. jangan jangan kesimpulannya “ cuma hormat pada yang ada di bawah pantat “, …….. yaitu kursi pejabat …….. yang ditakutkan akan minggat ( mental pejabat takut di pecat ).

SALAM HORMAT untuk teman teman yang sedang prihatin dan sedang tirakat.

Posted by: Nugroho WS | 20 Juni, 2008

DISKUSI FSP-BUMN dengan RIZAL RAMLI

DISKUSI FSP-BUMN dengan RIZAL RAMLI

Pada Hari Kamis tanggal 19 Juni 2008 , di mulai pk 19.00 WIB FSP BUMN ( Federasi Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara ) telah mengundang anggotanya untuk berdiskusi mengenai isu privatisasi, bahaya neo liberalisme dan peran strategis BUMN dalam mendorong reformasi dan terwujudnya demokrasi ekonomi.

Acara yang diselenggarakan di PTPN VIII Wisata Agro Gunung Mas Puncak tersebut dihadiri oleh puluhan wakil Serikat Pekerja BUMN yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai pembicara dalam acara tersebut adalah Rizal Ramli , Presiden Komisaris PT Semen Gresik yang juga aktif sebagai Ketua Umum Komite Bangkit Indonesia ( KBI ).

Rizal Ramli yang pernah menjabat sebagai Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan di era pemerintahan Gus Dur tersebut, dengan gaya profesionalnya menjawab secara sangat memuaskan banyak pertanyaan dari para Pengurus SP BUMN yang hadir pada malam itu.

Diskusi yang berlangsung hidup dan penuh semangat tersebut berakhir sampai tengah malam.

Gimana nggak penuh semangat ??? Lha iya lah ….. karena Serikat Pekerja yang datang adalah orang orang yang senasib sepenanggungan, di mana rata rata adalah dari BUMN yang rugi ( terpuruk ) atau paling tidak adalah para karyawan BUMN yang pernah dan sedang merasakan penderitaan akibat mismanajemen di dunia BUMN.

Yang dipermasalahkan kurang lebih sama sekitar kinerja para direksi, komisaris, meneg BUMN dan pihak pihak yang mempengaruhi berbagai permasalahan yang ada di BUMN.

Dari yang diungkapkan oleh para wakil SP BUMN tersebut, ternyata banyak kekonyolan yang mestinya tidak perlu terjadi di BUMN Negeri tercinta ini.

Pada kesempatan itu oleh Rizal Ramli telah dipaparkan contoh contoh kongkret yang pernah dialaminya semasa beliau bertugas di pemerintahan termasuk terobosan positip yang pernah dilakukannya untuk membangkitkan keuntungan dari PT Semen Gresik ( dalam kewajibannya selaku Preskom PT Semen Gresik ).

Rizal Ramli yang pernah menjadi penasehat 3 ( tiga ) calon presiden RI ini juga menceritakan bagaimana dia membenahi Bulog saat menjabat menjadi Kabulog.

Di saat menjadi Kabulog tersebut masih sempat pula dia membantu pemerintah membenahi IPTN yang sekarang menjadi PT Dirgantara Indonesia.

Pesan moral yang ditangkap dalam diskusi tersebut adalah ; BUMN yang terpuruk bisa bangkit ……. Negara Bisa Bangkit ……. Pilih Jalan Baru ….. Tinggalkan Jalan Sesat ……. Tinggalkan Pemikiran ( Ajaran ) Sesat …… Demi Kebaikan Masyarakat Banyak …….. Masyarakat Indonesia ……… MENUJU KEBANGKITAN INDONESIA.

JALAN BARU , PEMIMPIN BARU. MENUJU KEBANGKITAN INDONESIA BARU. Demikian pesan dari bung Rizal Ramli Ketua Umum KBI.

BANGKRUT ( BANGKIT ) BUMN ?????, demikian pertanyaan dari para karyawan BUMN.

Posted by: Nugroho WS | 14 Juni, 2008

BUMN adalah PSK , harus SELAMATKAN ASET NEGARA

BUMN adalah  PSK  , harus  SELAMATKAN ASET NEGARA

BUMN yang memiliki banyak sekali badan usaha, ibarat negara itu sebagai seorang pengusaha, maka BUMN adalah pengusaha yang banyak kantongnya sebut saja Pengusaha Seratus Kantong  ( PSK ).

Kantongnya berbagai macam, ada kantong besar, kantong sedang, kantong kecil, kantong berisi, kantong basah, kantong kering, kantong bocor dan kantong bolong.

Kantong kantong tersebut dikelola oleh dewan direksi yang di awasi dewan komisaris, yang ditugasi Meneg BUMN  nongkrongin ( menjaga ) kantong kantong tersebut dengan periode penugasan rata rata 5 ( lima ) tahunan.

Nasib para komisaris dan para direksi itupun berbeda , nasibnya yha pasti tidak jauh dari situasi dan kondisi dari kantong yang di kelolanya.

Umumnya orang besar atau mantan orang besar pasti ada di kantong besar. Seharusnya orang yang pintar menambal  ditaruh dalam kantong yang  bocornya besar , kemudian orang yang bisa membesarkan perusahaan ditaruh dalam  kantong yang kecil, sehingga tercapailah suatu kondisi dimana si PSK  tersebut akhirnya hanya memiliki kantong kantong yang besar saja dan tidak bocor.  

Namanya banyak kantong yha pasti kantong yang besar dan isinya banyak atau yang bisa dibesarkan bocorannya lah yang selalu lebih diperhatikan. Ini wajar sekali.

Ibarat orang yang berkantong banyak kadang bisa lupa punya uang receh yang ada di kantong kecil, bahkan ketika kehilangan uang receh dari kantong kecilpun bisa tidak berasa , apalagi ketika kehilangan uang receh dari kantong besar bisa lebih tidak berasa lagi.

Master plan untuk mengurangi jumlah kantong kantong tersebut memang akan membantu mengurangi kebocoran dan akan meningkatkan keuntungan.

Di tubuh Pengusaha Seratus Kantong tersebut ada yang ANEH tapi NYATA, semestinya kantong kantong itu diisi dari luar sehingga penambahan isi kantongnya akan terlihat nyata, tapi dalam praktek lapangan telah terjadi hubungan bisnis diantara kantong kantong tersebut.

Kantong kiri ngasih kerjaan kantong kanan, kantong bawah hutang ke kantong atas, kantong belakang ngikuti kantong depannya, dan sebagainya.

PT Bina Karya ( Persero ) merupakan perusahaan BUMN konsultan di bidang jasa konstruksi, adalah salah satu dari 5 ( lima ) konsultan BUMN yang asal departemen teknisnya dahulu adalah dari Departemen Pekerjaan Umum.

Saat ini Direksi PT Bina Karya ( Persero ) adalah ibu Ir. Minny Sulistiowati MM dan Ir. HS Arief MBA, sedangkan Komisaris Utamanya adalah bapak Budi Yuwono ( merangkap Dirjen Cipta Karya Dept PU ) dan sebagai komisaris adalah bapak Sribagus Guritno yang juga pejabat pemerintah yaitu dari Departemen Keuangan.

Secara core bisnis, konsultan jasa konstruksi adalah sangat penting untuk negara yang sedang membangun serta  harus memelihara infra strukturnya untuk melayani masyarakat banyak.

Bahkan di saat negara sedang dilanda bencana ( gempa bumi, tsunami,  banjir ) dalam kondisi darurat konsultan/kontraktor BUMN sering harus segera turun ke lapangan tanpa dibayar dahulu.

Itu tadi kalau di lihat dari kacamata teknis di lapangan , namun dari kaca mata bisnis perusahaan konsultan BUMN ini jika dinilai dalam rupiah maka omzet dan keuntungannya akan terlihat jauh dibawah bisnis lainnya seperti bisnis kontraktor, perbankan , energy atau perkebunan.

Ini wajar sekali, karena bisnis konsultan adalah bisnis menjual jasa ke ahlian, dimana aset utamanya adalah tenaga ahli yang akan dijual jasa pemikirannya.

Kalau sekarang di BUMN banyak suara “ Selamatkan Aset Negara “ , maka banyak orang akan berfikir kepada aset barang tidak bergerak ( tanah, perkebunan, rumah, kantor, gedung, pabrik ) , namun kalau di dunia konsultan selain barang tidak bergerak aset utamanya adalah manusia atau tenaga ahli.

Jadi kalau ingin menyelamatkan aset negara di dunia konsultan, caranya adalah dengan  pemberian perhatian yang layak dari pemilik perusahaan terhadap kesejahteraan manusianya, agar keprofesionalannya  semakin meningkat sehingga nilai jualnyapun otomatis juga akan ikut meningkat pula.

Dalam perjalanan BUMN konsultan PT Bina Karya ( Persero ) ini, telah berganti komisaris dan direksi berkali kali di mana masing masing komisaris dan direksi punya  cara dan gaya pengelolaan yang berbeda pada masa penugasannya, dan akibatnya perusahaan inipun  telah menjadi perusahaan yang semakin besar ( termasuk besar hutangnya ).

Karena BUMN adalah Pengusaha Seratus Kantong , maka terjadilah hutang pihutang antar kantong kantong tersebut. 

Ketika salah satu kantong hutangnya semakin banyak akhirnya terjadilah situasi di mana kantong tersebut seolah olah bekerja / berbisnis hanya untuk membayar bunga pinjaman ke kantong yang meminjaminya.

Bahkan ketika plafon hutangnya sudah mentok, walaupun sesama kantong dari tubuh yang sama tidak ada lagi namanya kantong bersaudara, maka kantong melarat tersebutpun demi bertahan hidup terpaksa mencari hutang ke pihak lain ( tentunya bunganya lebih tinggi dari bunga kantong saudara ).

Apakah ini yang namanya efisien ? Memberikan keuntungan ke pihak lain ?

Tidak membantu saudara yang melarat ( karena aturan ? ) , atau terpaksa makan bunga dari saudara yang melarat itu apa memang harus terjadi dalam Perusahaan Seratus Kantong ini ??? 

Membiarkan saudara yang melarat  dan terkena bunga yang lebih tinggi ( hot money ) dari pihak lain, apakah ini yang disebut lebih menguntungkan ???

Dan lebih celaka lagi ketika ada pengelola kantong melarat yang  tidak mau berusaha dan malah membiarkan gaji pegawainya tertunda, ini adalah sama saja dengan memaksa masing masing pegawainya cari hutang dengan kewajiban membayar sendiri bunganya.  

Ironis ….. dan betul betul sangat ironis , dan celakanya ini benar benar terjadi dalam Perusahan Seratus Kantong yang katanya harus menyelamatkan aset negara.

Kepada teman teman karyawan BUMN yang sedang menderita, semoga pemilik perusahaanmu ( pemerintah ) segera melihat , mendengar dan memperhatikanmu.

Amien …… Amien …… Amien.

Posted by: Nugroho WS | 13 Juni, 2008

Surat untuk Yth Meneg BUMN Bapak SOFYAN DJALIL

 

 

Posted by: Nugroho WS | 11 Juni, 2008

INJURE TIME PERMAINAN SEPAK BOLA di BUMN

INJURE TIME PERMAINAN SEPAK BOLA di BUMN

 

Perhelatan Euro 2008 baru saja dimulai , sebanyak 16 tim peserta telah hadir bermain memperebutkan supremasi sepak bola Eropa.

Di kafe kafe , di kampung kampung orang rame rame pada nonton bareng. Bahkan di kantor kantorpun orang curi waktu  walau untuk nonton siaran ulang.

Perhelatan sepak bola besar tersebut sementara telah membuat orang lupa bahwa harga BBM, tarif transport umum  dan harga barang kebutuhan sehari hari baru saja melonjak naik.

Mereka menonton dengan tegang saat tim kesayangannya lagi bertanding, begitu tim pavoritnya memasukkan bola ke gawang lawan terdengarlah sorak gembira , sebaliknya ketika timnya kalah mereka duduk lesu dan keluarlah komentar komentar penyesalan.

Ketegangan penonton akan memuncak saat injure time , ketika  hitungan di bawah 5 menit menjelang pertandingan usai para penonton berharap  cemas agar permainan segera selesai dengan kemenangan timnya.

Pada saat injure time ini yang tegang tidak hanya penonton , pemain dan pelatihpun pun biasanya juga ikut tegang.

Saat ini manajemen di BUMN konsultan PT Bina Karya ( Persero ) pun juga sedang dalam situasi injure time, secara periodik masa jabatan Dirut yang bertugas hanya tinggal hitungan hari ( kalau wasit permainan dalam hal ini adalah Meneg BUMN masih menerapkan waktu permainan direksi adalah 5 tahun ).

Score permainan sepak bola BUMN di Bina Karya sudah jelas  , walaupun yang bermain adalah Perusahaan yang dipimpin sang kapten ( Dirut ) melawan Pasar untuk meraih keuntungan yang akan disetor ke negara, yang akan kalah sudah jelas ….. yaitu karyawan.

Bahkan sejak awal permainan karyawan sudah banyak merasakan kekalahan,  ini terlihat dari janji janji direksi ( Ir. Minny Sulistiowati MM dan Ir HS Arief MBA ) yang sering di ingkari, yaitu  dalam hal pelunasan  hak hak karyawan yang belum dibayar oleh perusahaan sampai dengan saat ini. 

Bahkan kekalahan karyawan semakin  parah dengan tidak teraturnya jadwal pembayaran gaji 4 ( empat ) bulan terakhir ini.

Dalam situasi injure time ini kelihatannya semangat kapten permainan semakin menurun, ibarat pertandingan sepak bola  tendangannya semakin melenceng ngawur, bahkan sang kaptenpun terlihat sering bingung tidak berani ngambil keputusan ……..( ketika ada bola di depan mata tidak berani menendang ).

Inilah fakta yang sering terjadi dalam suatu kondisi injure time.

Karyawan berharap wasit tidak tidur, peluit tanda berakhirnya pertandingan harus segera ditiup.

Tidak perlu  tambahan bonus waktu, itu mission imposible, karena tidak akan ada tambahan goal untuk karyawan.

Pelatih / manajer tim harus segera lakukan evaluasi , ini sepak bola, jangan timpakan segala kesalahan hanya pada kapten tim. Dan jangan cari kambing hitam untuk menyelamatkan kambing aslinya.

Namun Fakta tetap berbicara, tidak ada mantan kapten atau wasit dan manajer tim sepak bola BUMN ini yang pernah menderita setelah permainan usai.

Yang pasti menderita adalah karyawan yang di tinggalkannya, ( semoga yang meninggalkan kelak diterima di sisi NYA  sesuai amal baiknya, Amien ).     

Selamat jalan kapten, gantunglah sepatumu , sebelum para bonek menggantungmu.

Older Posts »

Kategori