SILATURAHIM bersama FSP BUMN

Pada hari Kamis tanggal 18 Pebruari 2010, SP – KKBK  menerima kedatangan tamu yang terdiri dari Rombongan Pengurus Federasi Serikat Pekerja ( FSP BUMN ) yang dipimpin oleh Bapak Kunto dan Ibu Siska dalam rangka silaturahim sambil membahas permasalahan yang sedang dihadapi oleh  Serikat Pekerja di beberapa Perusahaan BUMN.

Dalam kesempatan tersebut juga hadir Rombongan SP Yodya Karya yang dipimpin langsung oleh Ketua Umumnya  Bapak Eko Handoyo. 

Selain SP dari PT Yodya Karya (Persero)   juga hadir SP dari  Bank Mandiri, PT Jamsostek, dan Sekar DKB.

Memang sudah menjadi komitmen dari FSP BUMN , untuk senantiasa membantu / memberi advokasi penyelesaian  permasalahan yang sedang dihadapi oleh para anggotanya. Penyelesaian masalah selalu diusahakan lebih dulu  dengan cara pendekatan yang elegan , dan tidak harus dengan demo atau mogok kerja yang akan merugikan karyawan dan perusahaan.

Dalam acara silaturahim tersebut juga dilaporkan hasil pendekatan yang telah dilakukan oleh FSP BUMN dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Bapak Muhaimin Iskandar), serta rencana ke depan dalam waktu dekat ini yaitu pertemuan dengan Menteri Kementerian Negara BUMN  (Bapak Mustafa Abubakar) yang difasilitasi oleh  Bapak Muhaimin Iskandar.

Permasalahan yang dihadapi oleh SP BUMN sebenarnya dari dulu sampai sekarang  ya  seputar itu -itu saja. Untuk  menghindari permasalahan SP BUMN  kedepan agar tidak  selalu berulang-ulang, memang sudah selayaknyalah  kalau 2 (dua) Menteri terkait tersebut harus mendapatkan informasi langsung dari Federasi Serikat Pekerja BUMN  sebagai wakil dari puluhan Serikat Pekerja yang ada di banyak Perusahaan BUMN.

Sekarang ini adalah saat yang tepat karena Menterinya wajah baru, dan bisa dipastikan pendatang baru umumnya punya kiat untuk memperbaiki / meningkatkan program yang sudah ada sebelumnya.   

Bravo FSP BUMN …. Bravo SP BUMN …… , semoga kemitraan antara Serikat Pekerja dan Manajemen di Perusahaan BUMN bukanlah sekedar slogan dan mimpi belaka,  tetapi benar benar nyata menjadi suatu kemitraan yang harmonis tanpa perselisihan. Amien 3 x. 

Ibu Siska dari Mandiri  serius banget dengerin celotehan Ketum SP-KKBK

Pak Bunedi ( Sekretaris SP-KKBK ) ikut serius.

WAJIB DUKUNG PKB (Perjanjian Kerja Bersama)

Menurut Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003,

Pasal 126 ayat (1)  ; 

Pengusaha, serikat pekerja/serikat buruh, dan pekerja/buruh wajib melaksanakan ketentuan yang ada dalam Perjanjian Kerja Bersama.

 

Aplikasinya  di lapangan ……… tanyakanlah pada rumput yang bergoyang ?

PAYUNG HUKUM

PAYUNG HUKUM

HUKUM atau KEADILAN sering diumpamakan dalam logo TIMBANGAN.

Demi KEADILAN disusunlah UNDANG-UNDANG atau PERATURAN yang selanjutnya digunakan sebagai PAYUNG HUKUM.

Dalam HUBUNGAN INDUSTRIAL antara Perusahaan dengan Karyawan payung hukumnya adalah PKB ( Perjanjian Kerja Bersama ), menurut Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13, Tahun 2003, Pasal 126 ayat 1 ; “Pengusaha, serikat pekerja / serikat buruh, dan pekerja / buruh wajib melaksanakan ketentuan yang ada dalam Perjanjian Kerja Bersama”.

Dalam kasus-kasus tertentu Payung Hukum kadang DIPLINTIR , tidak digunakan secara ADIL , hanya digunakan untuk kepentingan pihak tertentu dengan tanpa melihat hubungan ( yunto/yungto ) antar pasal-pasal yang terkait.
Akibatnya bisa terjadi ; yang benar jadi salah, yang salah jadi benar.

Pengelola Perusahaan juga punya PAYUNG PERUSAHAAN atau “Corporate Umbrella”.

Payung Perusahaan penuh dengan RISK ( resiko ) , kalau salah dalam menjalankan tugas bisa menerima resiko “kehilangan jabatan” atau bisa juga resiko terkena “pidana” ( misal kasus korupsi atau kasus kesengajaan mengemplang HAK karyawan ).

Oleh sebab itu pelaku manajemen gajinya jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan karyawan ( karyawan gak boleh iri ).

Hukum tidak pandang bulu, oleh karena itu semua orang harus mentaatinya.
Untuk itu semua perusahaan yang bonafide harus punya Biro Hukum atau Bagian Hukum, agar tidak mudah tersandung hukum.

Akhirnya kembali ke EGOISME masing-masing individu,
setiap orang akan cari selamat untuk dirinya sendiri …..
maka …. dipilihlah …..PAYUNG PRIBADI.