MASA EVALUASI DIREKSI  BUMN BUKAN 100 HARI

 

Tepat pada tanggal 5 Oktober 2008  , adalah  100 hari nya Direksi Baru bertugas di PT Bina Karya ( Persero )  bila dihitung sejak pelantikannya tanggal 27 Juni 2008.

Saat 100 hari itu karyawan sudah bisa menilai hasil kerja awal para Big Boss nya yang baru.

Langkah yang menuju keberhasilan pasti akan membangkitkan harapan baru dan semangat kerja baru buat karyawan, sebaliknya langkah yang mengkecewakan karyawan  akan menimbulkan opini negatif karyawan terhadap kebijakan perusahaan BUMN ini yang sepertinya tidak pernah serius dalam mengatasi berbagai permasalahan warisan para direksi sebelumnya.

Kesalahan direksi sebelumnya tidak pernah diungkap, bahkan untuk menutupi ketidak mampuannya  direksi malah bisa balik menyalahkan bawahannya.

Di perusahaan milik pemerintah ini sepertinya pemerintah atau yang bertugas mewakili pemerintah tidak boleh berada dipihak yang salah.  

Hampir setiap direksi baru yang datang ke perusahaan ini selalu membanggakan diri pengalaman sebelumnya, lepas dari itu adalah salah satu cara untuk pamer kehebatannya biar dihargai atau dihormati, yang penting adalah saat ini bisa nggak membuktikan kemampuannya memimpin dan memperbaiki perusahaan ini.

Tanpa diminta , karyawan dengan tulus pasti akan menaruh hormat  pada pimpinan yang telah memajukan perusahaan dan mensejahterakan karyawannya.

Tolok ukur berhasilnya direksi  versi karyawan sangat sederhana, yaitu karyawan bisa kerja dan bisa terima gaji yang sepadan ( serta hak hak lainnya ) yang dibayar tepat waktu.

Menjelang Hari Raya diharapkan juga bisa menerima THR seperti perusahaan perusahaan lainnya.

 

Evaluasi kinerja direksi dalam 100 hari tersebut hanya ukuran awal secara awam di lapangan, menurut artikel terlampir di bawah ini,  masa evaluasi manajemen baru BUMN sebenarnya bisa 6 (enam) bulan atau 1 (satu) tahun. 

      

 

MANAJEMEN BARU BUMN WAJIB DIUJI COBA

KOMPAS (11 Juli 2007)

Jakarta 11/7/2007 (Kominfo-Newsroom) – Kementerian Negara BUMN mewajibkan masa uji kelayakan selama satu tahun terhadap manajemen BUMN yang baru dilantik termasuk dewan direksi maupun komisaris.

Sekertaris Menteri Negara BUMN, M Said Didu mengatakan proses uji kelayakan didasarkan pada Key Performance Indikator (KPI) yang telah disepakati bersama dengan Menteri Negara BUMN.“Itu harus disepakati bersama sebelumnya antara calon manajemen dengan Pak Menteri pada proses fit and proper test akhir,’ kata Said kepada Kominfo di Jakarta, Rabu (11/7).

Said menekankan, kinerja manajemen baru diukur melalui target yang dicapai manajemen dalam kurun waktu satu tahun berpedoman pada Rencana Kerja Anggaran Perseroan (RKAP) BUMN yang bersangkutan.

“Tolok ukurnya diambil dari permasalahan utama yang sedang dihadapi oleh BUMN tersebut, bisa dievaluasi selama satu tahun, ada juga yang enam bulan,” katanya menambahkan.

Menurut Said, setiap BUMN memiliki permasalahan yang mendasar oleh karena itu penunjukan pimpinan harus dapat memenuhi indikator kinerja yang berbasis pada profesionalisme.

Kementerian BUMN hingga kini cukup serius dalam melakukan seleksi untuk mencari calon profesional yang menjadi pimpinan BUMN namun tetap mengacu pada ketentuan dan prosedur yang berlaku sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan yuridis.(T.Ve/toeb/b)

About Nugroho WS

KORPS KARYAWAN BINA KARYA ( KKBK ) , adalah Serikat Pekerja PT Bina Karya ( Persero ) yang didirikan tanggal 31 Maret 1999 dan telah terdaftar pada Departemen Tenaga Kerja RI melalui Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 250/OP.SP BPU/DFT/03/IX/99, beralamat di Jalan DI Panjaitan Kav. 2 Cawang Jakarta Timur.

3 responses »

  1. Nugroho WS mengatakan:

    Hari ini adalah H-7 , THR karyawan akan di bayar oleh perusahaan.
    Alhamdulillah.

  2. Yulianto mengatakan:

    Laiya udah 100 hari kok masih gitu-gitu saja, apa nggak malu ya ? Dulu ngomongnya wah banget. Jangan – jangan bener kata pak Manan, kita tunggu tunggu malah MEJEN. Sebaiknya KKBK merapat lagi untuk menyusun strategi, minimal demo poster pak. Karena kalo hanya lewat blog saja tidak dilihat ( Widarto bilang GAPTEK )

  3. Nunuk mengatakan:

    Pak Puli istilah MEJEN kok dipakai ?
    Emangnya ini mercon ( petasan ) ?
    He.. he …he … kalau dibilang MLEMPEM malah dikira perusahaan pabrik krupuk.
    Pada hal pabrik krupuk di kampung saya nggaji buruhnya nggak pernah terlambat ….. malahan tiap pagi dikasih sarapan dulu ….. walau lauknya cuman krupuk sama sambel bawang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s