BUMN adalah  PSK  , harus  SELAMATKAN ASET NEGARA

BUMN yang memiliki banyak sekali badan usaha, ibarat negara itu sebagai seorang pengusaha, maka BUMN adalah pengusaha yang banyak kantongnya sebut saja Pengusaha Seratus Kantong  ( PSK ).

Kantongnya berbagai macam, ada kantong besar, kantong sedang, kantong kecil, kantong berisi, kantong basah, kantong kering, kantong bocor dan kantong bolong.

Kantong kantong tersebut dikelola oleh dewan direksi yang di awasi dewan komisaris, yang ditugasi Meneg BUMN  nongkrongin ( menjaga ) kantong kantong tersebut dengan periode penugasan rata rata 5 ( lima ) tahunan.

Nasib para komisaris dan para direksi itupun berbeda , nasibnya yha pasti tidak jauh dari situasi dan kondisi dari kantong yang di kelolanya.

Umumnya orang besar atau mantan orang besar pasti ada di kantong besar. Seharusnya orang yang pintar menambal  ditaruh dalam kantong yang  bocornya besar , kemudian orang yang bisa membesarkan perusahaan ditaruh dalam  kantong yang kecil, sehingga tercapailah suatu kondisi dimana si PSK  tersebut akhirnya hanya memiliki kantong kantong yang besar saja dan tidak bocor.  

Namanya banyak kantong yha pasti kantong yang besar dan isinya banyak atau yang bisa dibesarkan bocorannya lah yang selalu lebih diperhatikan. Ini wajar sekali.

Ibarat orang yang berkantong banyak kadang bisa lupa punya uang receh yang ada di kantong kecil, bahkan ketika kehilangan uang receh dari kantong kecilpun bisa tidak berasa , apalagi ketika kehilangan uang receh dari kantong besar bisa lebih tidak berasa lagi.

Master plan untuk mengurangi jumlah kantong kantong tersebut memang akan membantu mengurangi kebocoran dan akan meningkatkan keuntungan.

Di tubuh Pengusaha Seratus Kantong tersebut ada yang ANEH tapi NYATA, semestinya kantong kantong itu diisi dari luar sehingga penambahan isi kantongnya akan terlihat nyata, tapi dalam praktek lapangan telah terjadi hubungan bisnis diantara kantong kantong tersebut.

Kantong kiri ngasih kerjaan kantong kanan, kantong bawah hutang ke kantong atas, kantong belakang ngikuti kantong depannya, dan sebagainya.

PT Bina Karya ( Persero ) merupakan perusahaan BUMN konsultan di bidang jasa konstruksi, adalah salah satu dari 5 ( lima ) konsultan BUMN yang asal departemen teknisnya dahulu adalah dari Departemen Pekerjaan Umum.

Saat ini Direksi PT Bina Karya ( Persero ) adalah ibu Ir. Minny Sulistiowati MM dan Ir. HS Arief MBA, sedangkan Komisaris Utamanya adalah bapak Budi Yuwono ( merangkap Dirjen Cipta Karya Dept PU ) dan sebagai komisaris adalah bapak Sribagus Guritno yang juga pejabat pemerintah yaitu dari Departemen Keuangan.

Secara core bisnis, konsultan jasa konstruksi adalah sangat penting untuk negara yang sedang membangun serta  harus memelihara infra strukturnya untuk melayani masyarakat banyak.

Bahkan di saat negara sedang dilanda bencana ( gempa bumi, tsunami,  banjir ) dalam kondisi darurat konsultan/kontraktor BUMN sering harus segera turun ke lapangan tanpa dibayar dahulu.

Itu tadi kalau di lihat dari kacamata teknis di lapangan , namun dari kaca mata bisnis perusahaan konsultan BUMN ini jika dinilai dalam rupiah maka omzet dan keuntungannya akan terlihat jauh dibawah bisnis lainnya seperti bisnis kontraktor, perbankan , energy atau perkebunan.

Ini wajar sekali, karena bisnis konsultan adalah bisnis menjual jasa ke ahlian, dimana aset utamanya adalah tenaga ahli yang akan dijual jasa pemikirannya.

Kalau sekarang di BUMN banyak suara “ Selamatkan Aset Negara “ , maka banyak orang akan berfikir kepada aset barang tidak bergerak ( tanah, perkebunan, rumah, kantor, gedung, pabrik ) , namun kalau di dunia konsultan selain barang tidak bergerak aset utamanya adalah manusia atau tenaga ahli.

Jadi kalau ingin menyelamatkan aset negara di dunia konsultan, caranya adalah dengan  pemberian perhatian yang layak dari pemilik perusahaan terhadap kesejahteraan manusianya, agar keprofesionalannya  semakin meningkat sehingga nilai jualnyapun otomatis juga akan ikut meningkat pula.

Dalam perjalanan BUMN konsultan PT Bina Karya ( Persero ) ini, telah berganti komisaris dan direksi berkali kali di mana masing masing komisaris dan direksi punya  cara dan gaya pengelolaan yang berbeda pada masa penugasannya, dan akibatnya perusahaan inipun  telah menjadi perusahaan yang semakin besar ( termasuk besar hutangnya ).

Karena BUMN adalah Pengusaha Seratus Kantong , maka terjadilah hutang pihutang antar kantong kantong tersebut. 

Ketika salah satu kantong hutangnya semakin banyak akhirnya terjadilah situasi di mana kantong tersebut seolah olah bekerja / berbisnis hanya untuk membayar bunga pinjaman ke kantong yang meminjaminya.

Bahkan ketika plafon hutangnya sudah mentok, walaupun sesama kantong dari tubuh yang sama tidak ada lagi namanya kantong bersaudara, maka kantong melarat tersebutpun demi bertahan hidup terpaksa mencari hutang ke pihak lain ( tentunya bunganya lebih tinggi dari bunga kantong saudara ).

Apakah ini yang namanya efisien ? Memberikan keuntungan ke pihak lain ?

Tidak membantu saudara yang melarat ( karena aturan ? ) , atau terpaksa makan bunga dari saudara yang melarat itu apa memang harus terjadi dalam Perusahaan Seratus Kantong ini ??? 

Membiarkan saudara yang melarat  dan terkena bunga yang lebih tinggi ( hot money ) dari pihak lain, apakah ini yang disebut lebih menguntungkan ???

Dan lebih celaka lagi ketika ada pengelola kantong melarat yang  tidak mau berusaha dan malah membiarkan gaji pegawainya tertunda, ini adalah sama saja dengan memaksa masing masing pegawainya cari hutang dengan kewajiban membayar sendiri bunganya.  

Ironis ….. dan betul betul sangat ironis , dan celakanya ini benar benar terjadi dalam Perusahan Seratus Kantong yang katanya harus menyelamatkan aset negara.

Kepada teman teman karyawan BUMN yang sedang menderita, semoga pemilik perusahaanmu ( pemerintah ) segera melihat , mendengar dan memperhatikanmu.

Amien …… Amien …… Amien.

About Nugroho WS

KORPS KARYAWAN BINA KARYA ( KKBK ) , adalah Serikat Pekerja PT Bina Karya ( Persero ) yang didirikan tanggal 31 Maret 1999 dan telah terdaftar pada Departemen Tenaga Kerja RI melalui Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 250/OP.SP BPU/DFT/03/IX/99, beralamat di Jalan DI Panjaitan Kav. 2 Cawang Jakarta Timur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s