Demikianlah SMS dari salah satu tenaga ahli profesional kita yang lagi bekerja di lapangan di Ujung Pandang yaitu Bung Dicky.

Pesannya singkat ….. itulah yang tersurat……., dan yang tersirat adalah pertanyaan yang menumpuk dari seseorang yang masih bisa menahan diri , sebagai ujung tombak di lapangan jauh dari anak isteri …….   apa nggak bingung kalau hampir dua bulan nggak terima gaji.

Saya jadi teringat dengan tulisan di topi almarhum Pak Mangisi Simanjuntak, Ketua Umum SP-KKBK sebelum saya, beliau pernah memakai topi dengan tulisan ” ada apa dengan bina karya ? ” untuk mengexpresikan kritik kepada manajemen yang saat itu sudah sedemikian parahnya membuat perusahaan semakin terpuruk dengan meningkatnya  jumlah hutang perusahaan ke pihak lain. 

Dua minggu yang lalu , beberapa karyawan yang kebanyakan dari teman teman sekurity dan driver , menembuskan surat yang ramai ramai ditandatangani ke SP KKBK yang isinya menanyakan uang lembur nya dimana sejak bulan Desember 2007 sampai sekarang belum dibayar oleh perusahaan. 

Ironisnya beberapa minggu yang lalu Dirut sempat terbang ke luar Jawa harus dikawal seorang Pejabat, apakah kalau mau tanda tangan kontrak itu harus di kawal ?

Pada hal dalam kondisi prihatin ini , kalau mau berhemat …. biaya perjalanan dinas seorang pejabat bisa menutupi biaya lembur sekurity satu bulan.

Sayang cuaca tidak berpihak ……. pesawat tidak bisa mendarat, akhirnya mereka pulang dengan tangan hampa, dan lenyaplah dana senilai lembur sekurity  dua bulan.

 

Kemarin ada seseorang teman kita mau ketemu direktur , tapi tidak diterima dengan alasannya nggak mau ngurusin hal yang kecil.

Kecil besar itu relatif, bagi teman kita tersebut itu urusan besar karena salah satu maksudnya menghadap itu mau minta pengarahan, dia berangkat kelapangan itu bekalnya dari mana ?? 

Pada hal teman kita itu adalah tenaga ahli yang  sudah ditunggu oleh tim nya  di lapangan untuk menyelesaikan pekerjaan yang juga menjadi tanggung jawab perusahaan,

Ada apa dengan bina karya ???  Ada apa dengan yang di atas ??? Siapa yang bertanggung jawab ?? Siapa yang harus menjawab ?? siapa yang harus menyelesaikan ???

Apa kita perlu nanya pada rumput yang bergoyang ???  ( edaan ..)

Salam , Prihatin untuk semua.

NWS   

About Nugroho WS

KORPS KARYAWAN BINA KARYA ( KKBK ) , adalah Serikat Pekerja PT Bina Karya ( Persero ) yang didirikan tanggal 31 Maret 1999 dan telah terdaftar pada Departemen Tenaga Kerja RI melalui Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 250/OP.SP BPU/DFT/03/IX/99, beralamat di Jalan DI Panjaitan Kav. 2 Cawang Jakarta Timur.

6 responses »

  1. Puguh S mengatakan:

    Yang jelas ada kegagalan besar di BK, kegagalan direksi untuk mengelola BK dalam banyak aspek dan yang terutama adalah keuangan, gaji rendah dan telat berulang-ulang, memprihatinkan. Jangan salahkan karyawan kalau harus ngasong ngalor ngidul untuk nutupi kebutuhan rumah, yang menurut Dirut ini nglanggar aturan. Begitu ucapannya ketika pernah saya menghadap untuk minta kebijakanaan THP saya di Semarang yang tidak layak gara2 BR hasil tender yang dibanting kelewat-lewat alias saya mesti nomboki diri untuk melaksanakan tugas. Lanjutnya… ini konsekuensi pake sistem presentasi BR, rugi gak rugi itu anda harus terima aturan, and….TIDAK ADA NEGOSIASI LAGI SOAL BR. Prinsipnya perusahaan harus gak rugi walau harus mencekik karyawan untuk nombiki kesalahan perusahaan. GILA…., dia pake aturan yang nota bene sudah nggak pake aturan lagi alias gak applicable alias out of date. Saya hanya berpikir rasanya ada kesalahan fatal kita telah mengangkat orang dengan gaji gede 16jt per bulan ( setara 2.4 bulan gaji proyek saya sekarang) yang gak ngerti bahwa dia diberi kewenangan membuat aturan untuk aturan2 yang out of date dalam melaksanakan tugasnya agar bisnis perusahan bisa running well, termasuk di dalamnya adalah aturan soal THP. Kalau itu seperti mainan anak saya dirumah yang bisa diperintah /diprogram sesuai aturan main alias….robot, di a hanya menjalan tugas sesuai aturan atau perintah pemilik, jauh dari nilai profesional. Kegagalan merencanakan cash flow dikatakan force majure sebagai kambing hitamnya. Gali luabang tutup lubang untuk menutupi biaya operasional seperti gak pernah habis. Siapa ayng menutup lubang akhir yang mungkin makin besar, apalagi setelah mereka hengkang dari BK?

    Hampir 20 tahun saya bekerja di BK baru kali ini saya merasakan dongkol dan gondok luar biasa melihat kapabilitas direksi saat ini…….gak bisa ngomong lagi…!

  2. Nugroho WS mengatakan:

    Pak Puguh , saya ikut prihatin kalau anda yang ingin berangkat ke lapangan saja tidak dapat perhatian dari direksi, semoga hambatan ini tidak mempengaruhi profesionalisme anda. Jangan sampai karyawan di black list pihak pengguna jasa ( owner ) hanya gara gara tidak dibekali oleh perusahaannya.
    Doain aja isue pergantian direksi itu benar, sehingga nantio ada yang bisa segera memayungi perusahaan dan karyawan secara manusiawi.
    Walaupun gondok terhadap direksi , saya percaya kalau pak Puguh tetap mendoakan perjalanan P Dirut yang dikawal Ka Biro ke SUMUT / Simelu lancar tanpa halangan sehingga BK tidak kehilangan dana lagi senilai 2 bulan lemburnya satpam satpam yang masih terhutang.
    Masalah aturan yang harus di update itu benar, tetapi update aturan THP proyek yang telah dijanjikan direksi ke SP KKBK sampai sekarang tidak pernah di tindak lanjuti oleh Tim yang diketuai Direktur 1 Ibu Minny Sulistyowati.
    SP KKBK pernah menyerukan kalau tim yang terdiri dari para pejabat umumnya tidak akan menyelesaikan masalah ( sekarang sudah terbukti )’
    Pak Puguh dan kawan yang lain berpikirnya panjang ( 20 tahun ) sampai pensiun.
    Di BUMN Direksi dan Komisaris masa jabatannya rata rata 5 tahun.
    Inilah bedanya BUMN dan swasta, jadi nilai 100 untuk Pak Said Didu Sekretaris Meneg BUMN yang telah berani menyatakan bahwa BUMN ini pemiliknya abstrak.
    Salam Prihatin, NWS

  3. suherwan mengatakan:

    Pak Puguh,
    Di Bina Karya itu sudah jelas, yang posisinya lemah harus tunduk pada yang memiliki posisi yang kuat. Kenapa saya bilang begitu, karena selama ini saya cuman ‘mbatin” saja tapi sekarang mau saya ungkapkan.

    Masalah THP di proyek, dimana BR yang kecil akibat perusahaan membanting harga yang kelewat-kelewat (ini diungkapkan sendiri oleh direksi proyek sehingga menyulitkan posisi mereka dalam mengawasi pekerjaan ini) harus ditanggung oleh tenaga ahli yang dikirimkan ke proyek itu. Alasannya perusahaan nggak mau melanggar aturan. Apakah kenyataannya benar seperti itu??? ternyata tidak. itu hanyalah statement yang dikeluarkan kepada pihak yang posisinya lemah. Tapi coba tanya kepada yang posisinya kuat (misal pengelola proyek), apakah perusahaan berani melanggar aturan kalau pelaksanaan RAPP melebihi yang disepakati (misal 70%)?? jawabannya pasti muter muter nggak karuan. Dan apakah para pelanggar tadi kena sanksi?? tidak juga kan?? bahkan yang RAPP-nya lebih dari 100% aja juga nggak papa kan tidak ada sanksi, misal nggak boleh mengelola proyek to??

    Itulah repotnya kalo berurusan dengan yang ngertinya hanya THP harus 40% dari BR sementara kalo RAPP boleh lebih dari 70% (bahkan 90% kalo nilai proyeknya mepet sekali). Gila nggak???

  4. Divisi PSDAP mengatakan:

    Pak Dicky, P Puguh, P Herwan, P Kardiono, P Fedian dan puluhan teman teman lain yang sedang terlibat Proyek multy yearsnya BK, kami mohon maaf sebesar besarnya kalau kinerja teman teman terganggu oleh liquiditas perusahaan yang lagi kacau.
    Tiap semester satu , BK memang banyak mengandalkan invoice dari Divisi PSDAP yang proyeknya mayoritas adalah proyek internasional multy years ( kontraknya 3 sd 7 th ).
    Proyek proyek APBN umumnya semester satu ini masih proses tender, tenaga ahlinya banyak masih nunggu di kantor menjadi beban over head BK.
    Ironisnya teman teman yang sedang melaksanakan tugas di proyek multy years seperti anda harus ikut menanggung akibat , walaupun invoice proyek proyek anda lah saat saat seperti ini yang diandalkan oleh BK untuk operasional BK.
    Divisi PSDAP memang cukup efisien , seluruh tenaga ahlinya sudah terserap ke proyek, mungkin ini kelak bisa dipakai BK sebagai salah satu acuan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan agar tidak terlalu banyak menanggung beban over head.
    Sebagai Kepala Divisi hampir setiap hari saya menerima klaim dari proyek mengenai minimnya dukungan finansial BK ke tenaga ahli yang sedang bertugas ke proyek.

    Sekali lagi kami minta maaf ( masalah ini sudah sering saya sampaikan ke Direksi ).

    Kadiv PSDAP , ( Nugroho WS )

  5. Joko Cahyono mengatakan:

    Salam Untuk Semua Rekan Rekan
    MERDEKA!!!! BUNG

    Ya, ya, ya….semua harus maklum, tapi gini Bung…bekeluh kesah sudah bukan waktunya, yang punya potensi ….ayo kiprah nyari kerjaan, yang ngak “punya potensi” (ada potensi..tapi akses terbatas) mohon dukung…Insya Allah..kita bisa nyambung hidup, yang penting kita harus kompak “sak rembuk sak ekoproyo” (basiii…ya??).

    Bagaimana kalau kita upaya buat…Penerbitan Buku…kita buat Buku Perencanaan Waduk misalnya…tapi yang bernuansa Laporan Pekerjaan Konsultan,… kita cuplik dari laporan-laporan yang ada …lalu kita jual….pasti deh laku….. Sehingga..kalau ada kerjaan sejenis …yah tinggal edit sonosini…gitu. Kalau bukunya laku…ya…kita bagibagi duitnya…..atau buat nalangin tenaga ahli yang lagi ….kerja dirantau orang….Hallo Pak Nug…dulu…semasa masiswa…anda kan jago buat report…

    Atau buat Website Ilmu Pengetahuan (pakai yang sudah ada…juga bisa) yang isinya tulisan mengenai ilmu pengetahuan praktis yang diterapkan diproyek proyek…..lama kelamaan Website kita bakal jadi acuan…nah..pasti tenaga ahli BK bakal disewa konsultan lain atau kontaktor…

    Terlalu muluk coiiii, ok deh lain kali nyambung lagi

    SELAMAT BERJUANG (SELAMANYA..???)
    SUKSES KKBK-PT.BK

    Joko Cahyono
    Salam buat ; Kardiono Gadul yang orang Bantul….where is he now????

  6. nugroho ws mengatakan:

    Pak Joko
    Selamat datang didunia maya , dimana orang kalau teriak teriak pakai jari jari….. kalau kebablasan key board nya bisa jebol ….. ha ha ha

    Pakai salam Merdeka ? emangnya kita ini masih dijajah ??
    Ide yang bagus P Joko dodolan kliping ilmu pengetahuan buat nyambung hidup.
    He he he …..bukuku Teknik Drainasi terbitan KMTS Th 1988 yang saya bikin bersama mas Rahmad Jayadi , sampai sekarang masih banyak dipakai mahasiswa di beberapa Perguruan Tinggi, tapi itu bukan untuk bisnis, memang kita sumbangkan buat siapapun yang berminat.

    Ide bikin website pengalaman proyek …. bolehlah nanti kita bikin bersama ….. ini bukan muluk ….. nanti kita bicarakan pas saya nengok proyek kita di Jogja.

    Trims, Salam buat mbah Marijan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s