Kinerja Direksi BUMN Konsultan PT Bina Karya (Persero) Makin Merosot

Awal tahun untuk suatu perusahaan Konsultan Nasional yang Besar seperti PT Bina Karya ini, adalah saat untuk kerja keras agar bisa  mendapatkan kontrak Proyek/Pekerjaan yang  baru, walaupun Proyek berjalan (multy years)  yang sedang dikerjakan masih banyak.

Namun kenyataan yang ada kinerja direksi malah makin merosot , kerja keras  karyawan BK yang sedang melaksanakan pekerjaan proyek di lapangan atau karyawan di pusat yang sedang menyiapkan peraihan proyek baru tidak diimbangi dengan dukungan yang memadai oleh manajemen dengan profesional.

Hal tersebut terlihat dengan kelambatan penggajian kepada karyawan dalam 2 (dua) bulan terakhir ini.

Manajemen tidak mampu merealisasikan action plan cash flow keuangan perusahaan dengan baik, bahkan pemberitahuan atas kelambatan / penundaan penggajian selalu terlambat disosialisasikan ke karyawan ( tidak sesuai dengan kesepakatan antara Manajemen dengan Serikat Pekerja ).

Serikat Pekerja KKBK menghimbau kepada karyawan / anggota KKBK agar tetap bekerja secara profesional di masing masing unit kerjanya, diharapkan  tetap bertahan semaksimal mungkin dalam kondisi yang sangat memprihatinkan ini.

Minggu depan SP KKBK akan mengundang Manajemen untuk minta penjelasan mengenai permasalahan ini, semoga kali ini Komisaris Utama Bapak Budiyuwono dan Komisaris Bapak Sribagus Guritno bisa berkenan hadir, agar masalah ini tidak menjadi semakin parah.

Menurunnya kinerja Direksi BK ini ( Dirut Bapak HS ARIEF dan Direktur Ibu MINNY SULISTIOWATI , ada di Foto artikel ini ) semoga bukan karena pengaruh isue bahwa dalam waktu dekat ini akan terjadi pergantian direksi oleh Meneg BUMN.

Serikat Pekerja  percaya selemah lemahnya direksi BUMN mereka pasti akan berjuang sampai darah yang penghabisan , ibarat nachoda yang baik mereka akan berjuang sampai kapalnya  tenggelam.

Andaikata  BUMN yang banyak memiliki  SDM Profesional dan telah banyak berkiprah  di dunia pembangunan Negara Indonesia  ini sampai tenggelam ………  ya betul betul sangat kebangetan, ……. semua pihak yang terkait akan menanggung malu terhadap Masyarakat dan Negara.

Ayoooo BUMN bangkitlah !!!!

 

Bravo BUMN

NUGROHO WIDHI SANTOSA , ( Ketua Umum SP-KKBK )

About Nugroho WS

KORPS KARYAWAN BINA KARYA ( KKBK ) , adalah Serikat Pekerja PT Bina Karya ( Persero ) yang didirikan tanggal 31 Maret 1999 dan telah terdaftar pada Departemen Tenaga Kerja RI melalui Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 250/OP.SP BPU/DFT/03/IX/99, beralamat di Jalan DI Panjaitan Kav. 2 Cawang Jakarta Timur.

2 responses »

  1. suherwan mengatakan:

    Kemerosotan kinerja Bina Karya sebenarnya disebabkan oleh dua hal baik internal maupun eksternal. secara eksternal, saat ini memang bisnis konsultan adalah bisnis yang tidak menjanjikan, artinya untungnya nggak bisa besar (bahkan bisa sangat tipis), permintaan kualitas pekerjaan makin tinggi, nilai kontrak pekerjaan secara riil juga semakin turun. Selain itu untuk mendapatkan pekerjaan, persyaratan yang harus dijalani oleh perush konsultan juga sangat banyak baik secara resmi maupun tidak resmi. Makanya konsultan yang besar dan tua tidak ada bedanya dengan yang baru muncul bahkan yang besar dan tua makin tersisih karena kalah luwes dalam bersaing. Sedangkan masalah secara internalnya adalah BK tidak bisa dianggap sebagai perusahaan sebagaimana digariskan dalam literatur ataupun konsep perusahaan. Kenyataan tersebut tampak dari secara organisasi, masing-masing komponen tidak menjalankan fungsinya dengan benar sesuai dengan strukturnya. Biro SDM yang seharusnya mempersiapkan pasukan profesional cenderung lebih fokus mengurusi hal-hal yang administratif saja, peran sebagai pembina SDM praktis tidak signifikan. Sementara Biro keuangan yang seharusnya merancang strategi keuangan perusahaan sebagai alat bantu direksi malah lebih memposisikan sebagai kepanjangan tangan direksi. sehingga membuat skenario cash flow perusahaan tidak jitu karena pembuatannya tidak berdasarkan data-data yang valid dan akurat. padahal fungsi cash flow suatu perusahaan itu posisinya sangat vital. Biro keuangan saat ini bisa dibilang hanya berperan sebagai juru bayar, tidak lebih. Sekarang bagaimana peran Biro Pemasaran? Juga sami mawon, Kalo kita memahami kenapa kok ditetapkan sebagai Biro Pemasaran tetapi bukan Divisi Pemasaran maka akan tampak jelas kacau balaunya. Biro itu lebih berfungsi sebagai think tank internal suatu perusahaan dalam menyusun strategi perusahaan dalam bersaing dalam menyediakan jasa yang ditawarkan dan bukan bersifat operasional, sekali lagi bukan operasional. Dan yang lebih kacau lagi adalah peran Divisi. Divisi itu harus jelas fungsionalitasnya. Divisi memiliki peran operasionalnya tetapi fungsinya harus jelas apakah sebagai pelaksana proyek , pencari proyek, pemeriksa proyek? Makanya jangan heran ada divisi yang begitu bangga mendapatkan proyek 200 jutaan tapi bisa bangga karena mendapatkan proyek. itu sama saja dengan menggali tanah seluas 1 x 1 x 1 meter menggunakan excavator. pekerjaannya sih selesai tapi apakah hal tersebut untung secara ekonomis?? mungkin perusahaan akan bilang untung karena excavator tersebut memang sedang nganggur, meski jawaban itu tampak sangat ngawur. Selain itu fungsionalitas di divisi yang ambivalen juga ikut berperan, dalam terminologi bisnis, tidak pernah ada struktur organisasi dimanapun yang menggabungkan fungsi marketing (mencari proyek) dengan mengoperasikan proyek (menjalankan proyek). Marketing dan Operasi itu pada dasarnya tidak pernah bisa akur karena mereka akan selalu bertempur agar perusahaan menjadi tumbuh dan kompetitif. ibarat seorang suami dan istri yang bekerja bahu membahu. Suami yang mencari uang, sementara sang istri yang membelanjakannya. Sang suami akan menegur jika sang istri terlalu boros, sebaliknya sang istri juga akan mengomel jika sang suami memberi uangnya terlalu sedikit.

    begitu Pak Nug… jadi kalo kinerja menurun ya panteslah justru kalo kinerjanya meningkat maka Bina Karya akan menjadi sorotan nasional dan internasional karena inovasinya yang brilian karena menemukan sistem organisasi bisnis model baru sehingga pengelolanya pantas mendapatkan hadiah Nobel. hehehe

  2. nugroho ws mengatakan:

    P Herwan kalau dulu sering ada raker untuk membahas masalah intern agar kinerja perusahaan bisa bertahan baik dan bisa mengimbangi trend bisnis yang ada di lapangan
    Pengamatan saya akhir akhir ini rapat rutin dengan jajaran dibawahnya saja sekarang semakin jarang. Opo perlu raker lagi ???? oRA KER jo ning entuk honor rapat ??? hee hee he semoga proyek yang lagi dikerjain P Herwan bantu Dept PU disana lancar lancar saja ( walau gaji dari BK belum lancar )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s