Pekerja Sebagai Konsultan ( PSK ), adalah pekerja di dunia konsultan yang bekerja dengan mengandalkan kemampuan jasa pemikirannya untuk melayani/memuaskan keinginan para Pengguna Jasa.

Di dunia konsultan jasa konstruksi / konsultan teknik , PSK tersebut juga sering disebut sebagai Tenaga Ahli Profesional dimana taripnya secara profesional sudah distandarkan melalui sistem Billing Rate ( BR ), di sini PSK memiliki berbagai bidang dan  spesialisasi, mulai bidang studi, perencanaan, pengawasan dan spesialisi di berbagai bidang engineering.

Billing Rate untuk masing masing PSK tergantung masa pengalaman kerjanya, semakin senior BR nya semakin besar tentunya.

PSK individu yang bisa langsung mengikat kontrak dengan pengguna jasa akan lebih beruntung karena tarip dari BR tersebut tidak perlu dipotong lagi untuk pihak lain ( misalnya perantara atau calo , perusahaan ) paling kepotongnya hanya buat bayar pajak saja.

Lain halnya kalau pengguna jasa maunya mengikat kontrak dengan perusahaan penyedia jasa ( perusahaan konsultan ) maka THP ( Take Home Pay ) yang diterima akan turun  karena perusahaan konsultan tersebut perlu biaya over head untuk perusahaannya, maka BR itu jatuh ke PSK sebagai THP berkisar sebesar 40 % nya.

Perusahaan konsultan teknik ibarat nya menjadi seperti calo atau germo bagi para tenaga ahli teknik sehingga plesetan yang ada di lapangan sering dijuluki menjadi “ mucikari engineering ”.

PSK ( sebagai konsultan ) serupa tapi tak sama dengan PSK ( sex komersial ), yaitu sama sama menjual jasa untuk memuaskan pengguna jasa, sedangkan bedanya yang satu sifat pekerjaannya “ long time “ yang lainnya “ short time “.

PSK konsultan semakin senior ( tua ) Billing Rate nya semakin tinggi, sebaliknya PSK sexkom semakin senior ( tua ) Billing Rate nya semakin rendah.

Walaupun keduanya sama sama meramaikan dunia bisnis ternyata Pemerintah hanya mengatur Standar Pengadaan Jasa di dunia Konsultan saja termasuk Standard Billing Rate nya.

Dengan semakin meningkatnya frekuensi pembangunan di bidang konstruksi , kebutuhan tenaga ahli semakin meningkat pula.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut , karena terbatasnya tenaga ahli yang ada di lapangan akhirnya menyerap para tenaga ahli peneliti dari pemerintahan maupun dari  perguruan tinggi yang memilik kemampuan sesuai bidang yang diperlukan, dan bisa mengatur waktu nya.

Selain itu juga menyerap  para tenaga ahli lain  yang sedang menjalankan tugas, yang bisa ngatur waktu untuk bekerja merangkap secara “ asongan “ atau istilah keren nya secara   “ part timer “.

Saat ini bekerja secara individu / part timer tidak masalah dengan adanya internet dan technologi lainnya. Untuk kedepan kebutuhan konsultan individu cenderung akan terus  meningkat.

Sebenarnya bekerja sebagai konsultan profesional adalah pekerjaan yang sangat terhormat , walaupun pada kenyataannya THP yang diterima saat ini belum begitu menaruh hormat. Untuk memperjuangkan masalah ini memang belum ada wadah yang kuat buat para konsultan individu, wadah yang ada saat ini adalah untuk perusahaan konsultan yang tentunya orientasinya lebih mengarah ke keuntungan perusahaan , sehingga pada kondisi tertentu akan terjadi penekanan terhadap THP dari PSK konsultan  yang dilakukan oleh perusahaan.

Wadah untuk konsultan individu yang ada masih banci dan kabur tujuannya, individu konsultan dituntut menjadi anggota organisasi profesi sesuai spesialisasi keahliannya kemudian dituntut memiliki SKA atau Sertifikasi Keahlian yang diperlukan sebagai syarat untuk mengikuti pelelangan pekerjaan, khususnya pekerjaan dengan anggaran dari pemerintah.

Maksud SKA tersebut sebenarnya adalah baik karena itu merupakan lembar kertas pengakuan resmi dari lembaga pemerintah ( LPJK ) untuk suatu profesi keahlian, diluar izasah yang telah diperoleh melalui pendidikan formal.

Tapi praktek di lapangan SKA lebih sebagai tiket masuk ke suatu lingkungan pekerjaan atau merupakan perpanjangan birokrasi ( buntut nya adalah uang ) bukan lagi sebagai sarana peningkatan / pengakuan profesionalisme suatu keahlian.

Sudah sekolahnya susah……dan mahal lagi……. ingin kerja aja kok repot  !!!   

 

Salam untuk teman teman se profesi , Nugroho WS

( https://kkbk.wordpress.com/ ).

About Nugroho WS

KORPS KARYAWAN BINA KARYA ( KKBK ) , adalah Serikat Pekerja PT Bina Karya ( Persero ) yang didirikan tanggal 31 Maret 1999 dan telah terdaftar pada Departemen Tenaga Kerja RI melalui Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 250/OP.SP BPU/DFT/03/IX/99, beralamat di Jalan DI Panjaitan Kav. 2 Cawang Jakarta Timur.

One response »

  1. eed mengatakan:

    ya juga Sudah sekolahnya susah……dan mahal lagi……. diakuiiin nya juga sulit (perlu waktu bertahun-tahun untuk diakuin/disesuaikan golongannya), dan agak aneh lagi bikin SKA aja harus antri dan belum tentu dibikinin lagi, mungkin ada yang kurang ya tapi apa ya !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s