PKB ( Perjanjian Kerja Bersama ) antara PT Bina Karya ( Persero ) dengan SP-KKBK  Periode 2006-2008 pada tanggal 5 Mei 2008 ini berakhir masa berlakunya , apa bila tidak ada usulan perubahan dari masing masing pihak maka PKB itu dianggap diperpanjang 1 ( satu ) tahun.

Antara Ketua Umum SP-KKBK dengan Manajemen PT Bina Karya ( Persero ) sudah dilakukan pembicaraan awal bahwa PKB tersebut akan di adakan perubahan untuk penyesuaian dengan perkembangan perusahaan ke depan.

Yang menarik dalam pengalaman sebelumnya untuk mencapai kesepakatan dalam PKB ini proses perundingannya cukup lama yaitu hampir 1 (satu tahun ).

Hal ini disebabkan oleh banyak hal dimana salah satunya adalah terlalu lambannya direksi PT Bina Karya ( Persero ) dalam mengambil keputusan. Kesepakatan yang telah dihasilkan oleh tim yang dibentuk oleh kedua belah pihak masih terus minta direvisi oleh Direksi / Manajemen yang akhirnyapun masalah ini naik ke proses Tripartit dan diselesaikan dihadapan pihak ke tiga dalam hal ini adalah Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI , Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

Sebelumnya memang pihak manajemen dalam hal dituntut mengambil suatu keputusan sering berkilah harus minta ijin dewan komisaris terlebih dahulu. Untuk menghindari masalah tersebut agar tidak berlarut larut maka peyelesaian PKB oleh SP-KKBK diproses kedalam penyelesaian secara Tripartit. Ternyata akhirnya kesepakatan yang diperoleh hampir 100 persen adalah  kembali kepada hasil yang telah disepakati  Tim Perubahan PKB yang dibentuk bersama oleh Manajemen dan Serikat Pekerja.

Dari pengalaman tersebut untuk proses perubahan PKB yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini Ketua Umum SP-KKBK telah menyampaikan kepada pihak manajemen agar sistem perundingannya dirubah yaitu dengan membentuk tim bersama dimana anggotanya melibatkan Ketua  Umum SP-KKBK dan Direksi PT Bina Karya ( Persero ) kalau perlu melibatkan Komisaris agar tidak ada alasan untuk menunda keputusan, apalagi kalau sampai naik ke Tripartit dimana disana pihak Direksi/Manajemen yang mewakili perusahaan harus menanggung malu ketika argumen-argumennya dimentahkan oleh Serikat Pekerja.

Kelambanan Direksi BUMN dalam mengambil keputusan ini selalu bikin greget dikalangan karyawan, selama ini opini karyawan terhadap para direksi / komisaris dalam hal mengurusi perusahaan dianggap kurang memuaskan ( kalau istilah pak Said Didu kurang loyal terhadap pemiliknya yang abstrak )  karena mereka terkesan hanya numpang lewat ( per periode penugasan lamanya 5 tahun ) sementara karyawan selamanya sampai dengan pensiun akan tetap ada di perusahaan. Akibatnya karyawan adalah menjadi pihak yang paling dirugikan bila terjadi mis manajemen yang dilakukan oleh masing masing kloter manajemen tersebut. Bahkan kalau kepepet direksi sering menyebut ini adalah kesalahan direksi sebelumnya dengan tanpa sadar ia sudah mengikuti meninggalkan kesalahan untuk periode berikutnya. Dengan pertimbangan cari aman ( bukan sebagai risktaker ) sering terjadilah  pengambangan suatu masalah , tidak ada keputusan, yang akibatnya kinerja perusahaan terpengaruh menjadi menurun di mana ujung ujung nya yang paling banyak menerima dampaknya adalah karyawan yang memang selamanya akan berada di perusahaan, tidak seperti direksi yang punya periode tiap 5 tahun atau lebih ( kalau diperpanjang ).   

Sementara ini perusahaan masih bisa bertahan karena kemampuan dan pengalaman SDM PT Bina Karya ( Persero ) dalam hal mencari ( marketing ) proyek sampai dengan menyelesaikan proyek sudah memiliki kepercayaan yang baik dari pihak para Pengguna Jasa, baik dari Pemerintah maupun Swasta , sehingga siapapun direksinya yang akan duduk nanti sebenarnya tinggal memberi sedikit tambahan sinergi saja yaitu keberanian dalam mengambil keputusan , paling tidak lebih bertanggung jawab berani mengambil resiko demi kelangsungan hidup perusahaan / karyawan bukan demi aman selama masa penugasan oleh Meneg BUMN. Karyawan tetap berharap dengan dipasangnya orang orang top dari pemerintahan untuk duduk sebagai Dewan Komisaris di PT Bina Karya ( Persero ) ini tentunya dengan maksud demi majunya perusahaan, sehingga Bapak bapak yang dipemerintahan punya posisi sebagai orang sibuk masih bisa menyisihkan sedikit waktunya untuk suatu harapan besar dari para karyawan yang sampai dengan pensiun mendukung jalannya perusahaan BUMN ini.  

Komisaris Utama PT Bina Karya ( Persero ) saat ini adalah Bapak Budi Yuwono yang dipemerintahan menjabat sebagai Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum sedangkan Komisaris nya adalah Bapak Sribagus Guritno dari Departemen Keuangan. Beliau beliau ini merangkap menjabat sebagai komisaris di PT Bina Karya ( Persero ) baru satu semester. Karyawan berharap dengan adanya pembaharuan pucuk manajemen di PT Bina Karya ini , opini bahwa mereka hanya sekedar numpang lewat selama penugasan bisa terhapus, paling tidak pada setiap pertemuan dengan Serikat Pekerja BUMN Pak Said Didu tidak perlu lagi menyatakan bahwa loyalitas Manajemen BUMN terhadap pemiliknya / pemerintah ( yang abstrak ) kurang, dan tidak perlu menghimbau lagi kepada Serikat Pekerja untuk lebih loyal terhadap pemiliknya , tanpa dihimbau Serikat Pekerja bersama seluruh karyawan secara tidak sadar telah sangat loyal terhadap perusahaan karena mati hidup nya sampai dengan pensiun tergantung dengan mati hidupny perusahaan, tidak usah disuruhpun Serikat Pekerja akan selalu melakukan internal control terhadap manajemen yang  masa tugasnya tidak lebih lama dari karyawan tetapi mereka pada posisi bisa melakukan mis manajemen yang merugikan karyawan, perusahaan dan negara.

Bravo BUMN

Salam hangat untuk semua ,

Nugroho WS. ( Ketua Umum SP-KKBK )

About Nugroho WS

KORPS KARYAWAN BINA KARYA ( KKBK ) , adalah Serikat Pekerja PT Bina Karya ( Persero ) yang didirikan tanggal 31 Maret 1999 dan telah terdaftar pada Departemen Tenaga Kerja RI melalui Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 250/OP.SP BPU/DFT/03/IX/99, beralamat di Jalan DI Panjaitan Kav. 2 Cawang Jakarta Timur.

3 responses »

  1. difershindo mengatakan:

    Tetap berjuang bos, selamatkan aset negeri ini dari segala bentuk penjarahan.

    kepalkan tangan kiri kita dan merah putih.

    Hormat Saya
    Rizal
    http://www.difershindo.wordpress.com

  2. eshape mengatakan:

    Wah rupanya kita sesama pengurus teras serikat pekerja ya?

    Aku juga jadi sekjen di SP Waskita, tadinya sih aku satu-satunya pejabat yang didudukkan dalam kepengurusan SP (kadang sulit lho merangkap jadi pejabat dan jadi pengurus SP), sekarang ketuanya juga sudah jadi pejabat.

    Di Waskita mungkin tidak terlalu sama, tapi pasti ada mirip-miripnya saat pemilihan pengurus SP. He..he..he… mereka pada berlomba untuk hanya menjadi anggota dan jangan sampai jadi ketua umum atau sekretaris.

    Dari disnaker sendiri, sangat terkesan dengan SP Waskita yang bisa begitu rukun dengan jajaran manajemen. Munas SP yang terakhir tahun lalu, semua direktur dan senior leader, setingkat dibawah direktur, hadir untuk memeriahkannya.

    Acara yang paling heboh adalah ketika para peserta munas menyampaikan uneg2nya. Semuanya on the record dan isinya sangat pedas, tapi jajaran senior leader sangat terbuka terhadap kritik itu. Padahal pedes banget tuh kritiknya…!:-)

    Sebagai pengurus SP, memang kerja kita harus diniatkan hanya untuk ibadah, sehingga terasa ringan dan keputusan yang kita ambil terlihat jernih dan bening.

    Masukan yang sangat beragam dari anggota SP pasti sering membuat kita pusing, apalagi kalau mereka hanya berdasar ulah oknum atau tanpa dasar yang obyektif. Diteruskan ke manajemen rasanya “saru”, kalau nggak diteruskan juga rasanya gak afdol.

    Selamat berjuang Bozz, semoga menjadi amalan yang baik.
    Insya Allah.
    Amin.

    eshape

  3. syamsurrizal Mukhtar mengatakan:

    Selamat berjuang !!!
    Khabar baik dari Metro dan Lampung.
    Rekan Rizal di atas bukan saya mas, sama nick-name aja he he he
    Wassalam
    Rizal – Lampung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s