BILA JANDA – JANDA di PT BINA KARYA ( Persero ) SALING BERTEMU
Hari Selasa 13 Mei 2008 kemarin, di kantor BK saya berjumpa dengan mbak Chacha janda almarhum teman sekantor kita Sdr M Zahirudin ( Udin ).
Mbak Chacha yang di antar adik kandung almarhum baru saja keluar dari ruang biro keuangan BK , langsung saya salami sambil saya tanya ; “ Bagaimana pesangon dari kantor untuk ahli waris almarhum ? , apa sudah di lunasi ?“
Jawab mbak Chacha sambil ber kaca kaca menahan air mata ; “ Belum dilunasi pak, ya ini saya baru saja menghadap P Arief ( Dirut BK ) katanya kantor lagi nggak ada uang “.
“ Lho kemarin itu BK baru saja terima invoice dari Divisi saya sekitar 360 juta lho ? , apa mungkin langsung di habiskan buat menggaji karyawan ya ? “
“Saya nggak ngerti pak ………, pada hal saya jauh jauh datang dari Semarang ini betul betul karena sudah kepepet , tadi ibaratnya sudah ngemis ngemis untuk sesuatu yang memang seharusnya menjadi hak saya, dan sudah kita tunggu selama ber tahun tahun “.
“Terus sama BK dikasih berapa ? BK hutangnya tinggal berapa ?”.
“Saya dikasih dua setengah juta, sisanya masih tujuh setengah juta katanya kalau nanti ada uang mau dibayar…… mungkin ini bagi BK nilainya kecil…… tapi bagi keluarga saya nilainya sangat besar dan berarti sekali”.
Mendengar itu saya tidak tahan, dengan spontan Bu Udin pun langsung saya ajak menghadap Direktur 1 ( Ibu Minny Sulistiowati ) yang kebetulan sama sama janda seperti Bu Chacha, hanya bedanya Bu Udin ini adalah janda yang ditinggal suami meninggal.
Di ruang Bu Direktur , kita diterima menghadap walaupun saat itu sedang ada pertemuan kecil dengan beberapa pejabat BK.
Dengan mata berkaca kaca Bu Udin pun menceritakan kondisi keluarganya saat ini yang memang membutuhkan uang tinggalan almarhum suaminya , di mana uang tersebut oleh BK memang sudah dijanjikan ber kali kali mau dilunasi ( ternyata sampai sekarang belum lunas ).
Awalnya Ibu Direktur sempat alot, sebagai Ketua Umum SP saya sampai sempat menawarkan agar Direksi dengan SP KKBK patungan uang untuk melunasi hutang BK kepada keluarga almarhum Saudara Zahirudin, tapi usul itu tak ditanggapi.
Sebenarnya SP KKBK berharap Ibu Direktur akan terketuk hati nuraninya, karena 3 (tiga) bulan yang lalu SP telah mendahulukan melunasi sisa premi asuransi karyawan salah satunya kepada Ibu Direksi ( sebagai mantan karyawan ) juga ke pada janda almarhum P Supardi ( yang meninggal beberapa bulan lalu ), pada hal para karyawan lain masih belum lunas , total sisa premi asuransi masih ada sekitar Rp. 260 juta merupakan hutang perusahaan kepada para karyawan BK yang sedianya mau dilunasi paling lambat bulan Maret 2008 kemarin, namun sampai saat ini belum ada realisasi.
Akhirnya Bu Udin keluar dari ruangan Direktur hanya diberi nomor HP saja oleh Ibu Direktur.
Sorenya Bu Udin saya saran kan untuk menelpon terus ke nomor HP tersebut, hasilnya dijanjikan pada pagi hari ini tanggal 14 Mei 2008 Bu Udin diminta menghadap lagi Ibu Direktur di BK .
Informasi yang saya peroleh dari yang bersangkutan ( setelah ketemu Ibu Direktur lagi ), hari ini ada tambahan uang dari BK dua setengah juta lagi, menurut Bu Udin saat telpon ke HP saya ; “ Saya di bilangin sama Bu Minny kalau ada apa apa telpon saya aja, nggak usah telpon yang lain “
Di pembicaraan tersebut saya sampaikan ke mbak Chacha , SP KKBK perlu diberitahu karena ini adalah bagian yang sedang diperjuangkan oleh SP, di mana masih ada janda janda lain di BK yang masih menunggu uang tinggalan almarhum suaminya yang masih nyangkut di BK.
Saya sempat mohon doa untuk kebaikan BK dari Bu Udin dan Keluarga, Insya Allah doa yang khusuk dari janda dan anak yatim itu akan lebih di dengar oleh Allah SWT, Amien Amien Amien.
Bravo PT Bina Karya ( Persero ).
Jakarta, 14 Mei 2008, ( Nugroho WS ).
Ditulis dalam Uncategorized | Tag: artikel, berita, umum, pekerja, BUMN, konsultan, Janda, sp, kkbk, minny sulistyowati, binakarya, bina karya, direktris, sp kkbk, minny sulistiowati