Posted by: Nugroho WS | 4 Mei, 2008

Direksi BUMN Konsultan PT Bina Karya (Persero) akan segera di ganti ?

 

Demikianlah isue yang tersebar di antara para karyawan di lingkungan BK atau PT Bina Karya (Persero) yang berkantor di Jalan DI Panjaitan Kaveling  Nomer 2 Cawang Jakarta Timur.

Saat ini Dirut BK adalah Bapak Herry Sutomo  Arief dan Direktur 1 nya adalah Ibu Minny Sulistiowati , sedangkan Direktur 2 nya sejak Bapak Agus Siswondo meninggal dunia pada bulan Juni 2007 tahun lalu sampai saat ini belum ditentukan  siapa penggantinya dari Meneg BUMN.

Pada pertengahan tahun 2008   Bapak HS Arief yang sebelum di BK  pernah menjabat sebagai Direktur Teknik di PT Indra Karya (Persero) ini, akan genap 5 ( lima ) tahun bertugas sebagai Direktur Utama di BK.

Pengalaman sebelumnya umumnya periode penugasan Direksi di BK rata rata adalah lima tahun, kalau kinerjanya baik bisa diperpanjang lima tahun lagi oleh pemegang saham dalam hal ini Pemerintah diwakili oleh Meneg BUMN.

Dari kacamata Serikat Pekerja ( SP )  KKBK, lima tahun terakhir ini kinerja direksi tidak begitu baik namun di bandingkan dengan direksi sebelumnya ada sedikit kelebihan karena mau menerima masukan positip dari SP walaupun sempat melalui demo dan proses Tripartit akhirnya beberapa hak hak karyawan yang tertundapun mulai direalisasi, misalnya pengangkatan 77 pegawai tidak tetap menjadi pegawai tetap, serta mulai di cicilnya pengembalian premi asuransi senilai Rp. 1,5 M yang menjadi hak karyawan , termasuk pembayaran jasa produksi. Akhir akhir ini penggajian kepada karyawanpun mulai mengalami kelambatan.

Sebenarnya kalau direksi BK saat itu tegas dan memahami aturan yang berlaku, permasalahan dengan karyawan ( SP ) tidak perlu berlarut larut menyita waktu dan enerji ( tidak efisien ) sampai terjadi demo dan proses tripartit untuk memutuskan sesuatu yang sudah jelas dasar hukumnya. Pendaftaran karyawan untuk diikutkan ke dalam Jamsostek pun belum lama dilakukan, itupun karena desakan  karyawan melalui SP.

PT Bina Karya secara SDM dan Pengalaman perusahaan, terhitung sebagai Konsultan Nasional  Besar yang  telah banyak memiliki  pengalaman yang sangat profesional dalam  Jasa Konsultansi di bidang Konstruksi, namun secara manajemen ( akibat mis manajemen ) memiliki hutang perusahaan yang cukup besar. Sehingga siapapun Direksinya nanti haruslah orang yang mempunyai semangat bisnis yang tinggi yang memahami dengan benar permasalahan bisnis di dunia konsultan, dan berani mengambil keputusan demi kelangsungan hidup perusahaan dan karyawan.

Sekarang ini sudah bukan jamannya jabatan Direksi BUMN dipakai lewat oleh orang orang yang menerima jabatan karena politis atau karena sesuatu kepentingan yang diluar core bisnis perusahaan tersebut. Kalau hal tersebut tetap dilakukan yang akan menerima dampak kerugiannya secara langsung adalah para karyawan, dan selanjutnya adalah  perusahaan.

Serikat Pekerja tidak pada kapasitasnya sebagai pengusul calon direksi, ini adalah kewenangan pemegang saham yang sudah memiliki aturan main sendiri / tata cara, misal  seperti prosedur fit and proper test.

Siapapun yang akan jadi Direksi, baik dari luar ataupun  dari dalam perusahaan tidak masalah, sepanjang yang akan dijalankan nanti  masih mengikuti rel yang benar.

Serikat Pekerja akan tetap konsisten sebagai mitra manajemen demi kepentingan karyawan, perusahaan dan negara, untuk itu seperti yang pernah di arahkan oleh Bapak M Said Didu  Sekretaris Meneg BUMN,  Serikat Pekerja demi kelangsungan hidup perusahaan juga akan melakukan internal controle agar Manajemen tidak menyimpang dari relnya.

Banyak isue isue murahan yang masuk ke ruang Serikat Pekerja seputar bagaimana cara menentukan Calon ? , atau siapa siapakah  Calon Direksi PT Bina Karya (Persero) yang akan datang ?  

SP-KKBK merasa tidak perlu menanggapi, SP tetap yakin dan percaya bahwa Bapak Bapak yang duduk sebagai penentu Direksi BUMN ( mewakili pemegang saham / pemerintah )   tidak akan berani main main karena mereka pasti tahu kalau salah pilih yang akan rugi tidak hanya karyawan dan keluarga karyawan saja, tetapi perusahaan dan negara pun bisa dirugikan.

Bravo BUMN.

Jakarta,  4 Mei 2008 .  Nugroho Widhi Santosa ( Ketua Umum SP-KKBK )

 

Tanggapan

kenapa direksi tidak dipilih saja oleh karyawan sendiri? tinggal nodong ke meneg bumn untuk disetujui…. apa pak mentri lebih tahu mana yang terbaik untuk perusahaan? saya kira nggaklah… ha ha ha

……..dari karyawan ???

Sebenarnya kloter terakhir yang sedang bertugas sekarang ini yang dua orang sudah dari karyawan….. juga melalui fit and proper test yang independent.

Sebenarnya masalahnya bukan direksinya dari mana????
….. masalah utamanya adalah …. perusahaan ini … mau dibawa kemana ???

Ma kasih ya P Eko nyempatin nengok blog KKBK ini.

Salam buat teman2 di Gorontalo

yah wajarlah kl banyak copotganti direksi BUMN. namanya juga mau pemilu, mending naro orang2 yg bsa nyumbang banyak ke partai. hehehe..

salam

*I

sekarang direksi nya sudah baru ya mas, diangkat oer 27 Juni 2008, Brovo ya

Leave a response

Your response:

Kategori